• Balai Perikanan Budidaya Laut Batam, We Are The Best And The Biggest, Batam Mariculture Development Center Leading Innovation in Mariculture Development, Motto Pelayanan : Datang Membawa Harapan, Pulang Membawa Senyuman

Teknologi Produksi Massal Benih Ikan Bawal Bintang (Trachinotus blochii Lacepede) untuk Penyediaan Benih Berkualitas

Tinggal Hermawan, Nur Muflich Juniyanto, M. Kadari, Joni Agus Rusdian

 Abstrak

Ikan Bawal Bintang merupakan salah satu komoditas budidaya laut baru yang memiliki prospek menjadi komoditas industrialisasi budidaya laut di Indonesia. Keunggulan budidaya ikan Bawal Bintang adalah teknologi perbenihannya telah dikuasai, masa pemeliharaan benih lebih singkat, pertumbuhannya cepat , teknologi budidayanya baik di tambak maupun dalam karamba jaring apung telah dikuasai dengan baik, mampu mentolerir perubahan salinitas mulai dari 19-34 ppt, mampu hidup dalam kondisi yang padat di keramba jaring apung, efisien dalam memanfaatkan pakan dan adaptif terhadap berbagai jenis pakan. Di Indonesia budidaya ikan Bawal Bintang dikembangkan oleh Balai Budidaya Laut Batam sejak tahun 1999 dan berhasil membenihkan secara massal pada tahun 2007. Saat ini budidaya ikan Bawal Bintang telah berkembang di beberapa provinsi seperti Kepulauan Riau, DKI Jakarta, Sumatera Utara, Riau, Bangka Belitung, Lampung, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, dan Maluku. Tujuan kegiatan ini untuk menghasilkan teknologi produksi benih massal ikan Bawal Bintang guna memenuhi kebutuhan benih yang berkualitas. Pembenihan Bawal Bintang dimulai dengan pemijahan induk yang dilakukan dengan rangsangan hormonal. Pemijahan dilakukan dengan ratio perbandingan betina : Jantan adalah 1:1 per kg bobot ikan. Selanjutnya telur yang dihasilkan diinkubasi dan ditetaskan selama ± 16-18 jam. Telur yang dihasilkan mempunyai FR sebesar 70–90% dan HR sebesar 70-90%. Larva kemudian dipelihara di bak pemeliharaan dengan menggunakan sistem green water dan pakan berupa rotifer, artemia dan pellet. Setelah masa pemeliharaan ± 2225 hari larva akan dipanen dan dipindahkan ke bak pendederan. SR yang dihasilkan selama pemeliharaan larva berkisar antara 2040%. Umumnya ikan dipanen dan dipindahkan ke bak pendederan setelah berukuran sekitar 2 cm. Pada masa pendederan ikan dipelihara dengan kepadatan 2-3 ekor/liter dengan sistem air mengalir. Sistem ini digunakan karena pergerakan Bawal Bintang ini yang aktif. Pakan selama fase pendederan sepenuhnya adalah pellet. Grading dilakukan setiap 1 minggu sekali. Waktu yang diperlukan untuk mendederkan sekitar 1 bulan, atau sampai ikan berukuran 5-6 cm. Setelah itu ikan dipanen dan siap untuk dipindahkan ke pembesaran /KJA.

 Kata kunci : Bawal Bintang, Pembenihan, Pendederan

 

Bookmark the permalink.

Comments are closed.