• Balai Perikanan Budidaya Laut Batam, We Are The Best And The Biggest, Batam Mariculture Development Center Leading Innovation in Mariculture Development, Motto Pelayanan : Datang Membawa Harapan, Pulang Membawa Senyuman

Awal Tahun 2017, BPBL. Batam Perdana Berikan Bantuan Benih

bantuan-1a

BPBL.Batam – (10/01/17) Sekitar pukul 06.30 wib tadi pagi, Tim Pembenihan Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Batam melakukan packing ikan untuk pengiriman bantuan benih perdananya diawal Tahun Anggaran 2017.

Bantuan tersebut dikirim ke Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Fish Duo di Kabupaten Pariaman-Propinsi Sumatera Barat, yaitu bantuan benih ikan Bawal Bintang sebanyak 10.000 ekor.

Selain ke Sumatera Barat, pada bulan ini juga akan segera dikirimkan bantuan benih ke sejumlah Pokdakan yang ada diwilayah Kota Batam-Propinsi Kepulauan Riau sebanyak 25.000 ekor benih ikan Bawal Bintang.

Sampai akhir tahun 2017 BPBL Batam ditargetkan mampu memberikan bantuan benih ke sejumlah Pokdakan sebesar 250.000 ekor benih ikan laut (Bawal Bintang, Kakap Putih dan Kerapu).

Bantuan tersebut tidak termasuk bantuan benih dalam rangka revitalisasi Karamba Jaring Apung (KJA) di Propinsi Kepulauan Riau, meliputi Kota Batam (sebanyak 50.000 ekor benih ikan Kakap Putih), Kabupaten Bintan (sebanyak 30.000 ekor benih ikan Kerapu dan 30.000 ekor benih ikan Kakap Putih) dan Kabupaten Natuna (sebanyak 40.000 ekor benih ikan Kerapu).

Preparat Tegak Sebagai Media Pemeliharaan Larva Abalon

preparat-tegak

Penggunaan Preparat Tegak Sebagai Media Pemeliharaan Larva Abalon

BPBL Batam – (16/12/16) Balai Perikanan Budidaya Laut Batam sebagai ujung tombak UPT Perikanan Budidaya terus berusaha mengembangkan inovasi teknologi budidaya.

Tidak hanya teknologi pembenihan ikan laut tetapi juga teknologi kekerangan. Salah satu komoditas kekerangan yang sedang dikembangkan di BPBL Batam adalah Abalone (Haliotis asinina). Jenis ini banyak terdapat di daerah Timur Indonesia khususnya Nusa Tenggara Barat (NTB).

Salah satu wujud inovasi teknologi yang dikembangkan yakni pembuatan Preparat Tegak sebagai media pemeliharaan Larva Abalon.

Menurut Urai Hendri Istrada, S.Pi selaku (Pelaksana Kekerangan) mengatakan tujuan penggunaan preparat tegak adalah untuk menghemat ruang media pada pemeliharaan larva dan benih abalon.

Dengan penggunaan preparat ini dapat meningkatkan padat tebar dan memaksimalkan ruang bak dalam pemeliharaan larva.

Adapun bahan yang digunakan dalam pembuatan preparat ini adalah sebagai berikut :

l – Pipa PVC 1/2 inchi

l – Tee PVC 1/2 inchi

l – Elbow PVC 1/2 inchi

l – Asbes PVC 8 Feet

l – Lem PVC

Disamping itu preparat ini juga mempermudah teknisi dalam pengamatan dan pemanenan larva atau benih abalon. Tutup Urai panggilan akrabnya.

“Dori Yang Menawan” Koleksi BPBL Batam

dori-2

Tim Ikan Hias dan Kekerangan Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Batam selain sudah berhasil membenihkan ikan hias jenis nemo juga saat ini  mengoleksi ikan hias jenis Letter Six (Dori).

Ikan ini dikenal umum ketika munculnya film animasi ‘Finding Nemo’, berperan sebagai sahabat akrabnya Nemo.

Berikut klasifikasi ikan Letterr Six :

Famili : acanthuridae

Genus : paracanthurus

Spesies : Paracanthurus Hepatus

Group : Surgeon Fishes

Name : Letter Six/ Blue Surgeon

Ikan Letter Six yang ada di Bpbl Batam merupakan calon induk yang berasal dari Aceh dengan jumlah 10 ekor dengan warna yang menawan.

Ikan ini memberikan pesona tersendiri bagi siapapun yang melihatnya. Untuk itu keberhasilan pemijahan ikan ini menjadi target TIm Ikan Hias BPBL Batam tahun 2017.

Pemindahan ikan kerapu kertang

kertang

BPBL Batam – (5/12/16) Sekitar pukul 09.00 wib Tim Unit Pengelolaan Induk dibantu dengan siswa/i yang melakukan magang sibuk mempersiapkan segala sesuatunya untuk memindahkan ikan kerapu kertang dari bak bulat semula ke bak bulat yang sudah dibersihkan dua minggu yang lalu dengan volume 500 ton.

Salah satu dari Tim Unit Pengelolaan Induk (Ahmad Nur Ilham, S.PKP) mengatakan ikan yang kita pindahkan ini Induk Ikan Kerapu Kertang sebanyak 13 ekor.

Diantara 13 ekor tersebut ada yang beratnya 130 kg dan yang paling rendah beratnya 80 kg, kata Ilham panggilan akrabnya saat menyipakan bak fiber yang akan dimasukkan ke bak bulat beton.

Sebelum dipindahkan kita jaring dulu ikannya bukan kita tangkap begitu saja, setelah masuk didalam jaring lalu kita tarik dan masukkan kedalam bak fiber yang sudah kita siapkan, selanjutnya kita berikan bius supaya ikannya tidak ngamuk, tunggu 5 menit ikan akan pingsan kemudian baru kita masukkan kejaring lagi lalu diangkat dan dibawa ke bak bulat beton yang berada disebalah, tambah Ilham.

Pemindahan ini bertujuan untuk membersihkan bak dari kotoran dan juga salah satu untuk menjaga kesehatan ikan dari serangan penyakit maupun bakteri dan virus.

Pemindahan sekaligus pembersihan bak ini kita lakukan dua bulan sekali, tutup Ilham.